Slider Widget

Ads Here

Wednesday, 17 June 2020

A Wine Testing

Dalam beberapa kelas wine appreciation yang  telah di selenggarakan oleh salah satu pakar wine untuk di Indonesia yaitu Mr.Yohan Handoyo, selalu ada wajah-wajah bengong dan takjub pada saat dia mengajarkan "sensory evaluation" - sebuah teknik membedah berbagai macam aroma dan rasa dalam segelas wine dan dari situ menentukan kualitasnya (bahkan yang jagoan bisa menebak jenis anggurnya, tahun pembuatannya, dan kapan si pembuat wine (winemaker) ini sunat hehee.. - yang terakhir ini becanda, ding).

Wajah-wajah bengong itu biasanya mulai terlihat saat sang pakar menjelaskan bahwa tiap jenis anggur itu punya cita rasa yang berbeda, yang khas, meskipun sama-sama anggur. Analoginya seperti apel granny smith yang pasti terasa lebih kecut daripada apel royal gala. Rambutan Aceh juga pasti rasanya berbeda dengan rambutan rapi'ah meskipun sama-sama rambutan.

Tapi yang menarik, wine bisa punya aroma dan rasa yang jauh lebih "funky" dibandingkan apel granny smith ataupun rambutan rapi'ah. Nah, episode bengong biasanya dimulai pada saat sang pakar menggambarkan pinot noir yg identik dengan strawberry dan cherry. Atau chardonnay dari Chablis yang punya aroma apel hijau. Atau red wine dari Bordeaux yang umurnya masih muda yang sering kali punya aroma kopi.

Lho, wine kok rasanya kopi? Ra percoyooooooooo?

Seperti kita tahu, wine dibuat dari grape juice; dan sebelum difermentasi grape juice itu rasanya ya seperti...grape! Sama sekali tidak ada rasa kopi, apel, atau strawberry.

Tapi apakah grape juice-nya dicampur strawberry, apel, atau kopi? Jawabannya: tidak. Lalu dari mana aroma strawberry, apel, dan kopinya berasal?

Proses fermentasi, selain menghasilkan alkohol, karbon dioksida, dan panas; sebetulnya juga menghasilkan berbagai macam ester (aroma). Kombinasi berbagai macam volatile compound ini yang akan menghasilkan aroma-aroma yang kemudian diterjemahkan oleh hidung dan lidah kita sebagai  strawberry atau apel. Kalau rasa lain seperti vanila dan kopi biasanya berasal dari proses pemeraman (aging) wine di dalam tong kayu karena kayunya pun juga memberi kontribusi rasa terhadap wine tersebut.

Kalau Anda tertarik, datanglah ke Wine House atau wine cellar – wine celar yang ada di kotamu dan mintalah kepada sommelier (orang yang bertugas mengurus wine di toko wine kurang lebih begitu ) wine-wine yang rasa dan aromanya agak ajaib seperti: freshly baked bread, cherry, coffee & moccha, sirsak, raisin, madu, merica hitam, bahkan bensin :)


edannnn...aneh - aneh aja neh si koya  hehehe....emang seperti itu adanya karakter dari wine
so keep stay at my blog....darmantokoya.blogspot.com

No comments:

Post a comment